Muak dengan Pekerjaan?

Berikut ini beberapa kiat yang bisa membantu Anda melewati hari-hari berat dalam menghadapi pekerjaan:

1. Susun sasaran setiap minggu
Siapkan beberapa surat lamaran pekerjaan dan kirimkan ke perusahaan-perusahaan yang Anda incar setiap minggu. Kembangkan jejaring, karena jejaring yang luas dapat mendekatkan Anda pada sasaran yang Anda tuju.

2. Kerjakan satu hal setiap hari
Pada saat bangun pagi, susun sasaran harian untuk diri sendiri, dan pastikan Anda berhasil melakukannya. Hal ini akan memberikan perasaan puas dan membuat Anda merasa lebih nyaman.

3. Sisihkan waktu untuk menenangkan diri
Berangkat ke tempat kerja dengan perasaan tidak senang akan memperburuk suasana hati. Oleh karena itu, sebaiknya sisihkan beberapa waktu untuk menenangkan diri dan berdoa. Menyambut pagi hari dengan suasana hati yang bahagia akan memengaruhi hari Anda.

4. Ciptakan kenyamanan di tempat kerja
Ganti screensaver komputer Anda dengan gambar yang menyejukkan seperti air terjun, gunung atau lautan. Bila perlu makan siang di luar kantor untuk mengurangi kejenuhan.

5. Tambah wawasan Anda
Membenci pekerjaan tidak berarti Anda tidak dapat mempelajari keterampilan-keterampilan baru. Bila perusahaan menawari untuk mengikuti pelatihan, jangan ditolak. Manfaatkan pekerjaan yang membosankan ini menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri.

6. Redakan stres
Setiap orang punya cara berbeda untuk meredakan stres. Misalnya, memanfaatkan waktu makan siang Anda dengan melakukan massage, pijat refleksi, creambath, atau fitnes.

7. Manjakan diri Anda
Beli baju baru, buku kegemaran, bunga, atau jajanan yang Anda sukai. Rencanakan liburan. Cari tahu apa yang dapat membuat Anda senang, dan realisasikan.

8. Pertahankan prestasi
Tetap kerjakan pekerjaan sebaik mungkin, lepas dari situasi dan perasaan jenuh yang Anda rasakan. Susun target dan manfaatkan keberhasilan Anda untuk menghadapi wawancara-wawancara yang akan Anda lakukan di masa mendatang.

9. Bina hubungan baik
Meski tidak senang dengan pekerjaan, tetap jaga hubungan baik dengan semua rekan kerja. Siapa tahu di masa mendatang Anda akan membutuhkan rekomendasi yang positif dari mereka.

10. Semua pasti berlalu
Jangan terpaku hanya menyesali nasib. Ingatkan diri sendiri bahwa Anda bertanggungjawab terhadap masa depan Anda. Cari informasi internal, siapa tahu ada posisi baru yang sedang dibuka. Bila tidak ada, cari pekerjaan baru di perusahaan lain.

Persahabatan Pria dan Wanita, Bisa kan??

Memiliki sahabat yang paling mengetahui rahasia terdalam, menjadi hal yang menyenangkan. Di mana saat Anda menghadapi kondisi down, dia selalu ada dan siap membantu Anda. Karena dia tempat Anda bergantung dan mempercayakan seluruh rahasia.

Namun, apa jadinya bila sahabat yang kita miliki adalah lawan jenis? Apakah tidak menutup kemungkinan terjadinya perkembangan hubungan ke arah lebih lanjut menjadi kekasih? semua itu bisa saja terjadi.

"Sebelum memutuskan untuk menjadi sahabat atau pasangan, sebaiknya ketahui terlebih dahulu arah dari hubungan yang dibina. Di saat awal perkenalan pun biasanya sudah dapat diketahui arah hubungan akan dibawa ke mana.

Guna menghindari hal tersebut menimpa Anda, maka sebaiknya maknai terlebih dahulu nilai persahabatan. Sehingga Anda dapat memikirkan baik-baik apakah dia lebih baik tetap menjadi sahabat atau kekasih.

"Satu hal yang pasti harus bisa membedakan dari sisi persahabatan yang sifatnya intimacy (dalam) dengan persahabatan yang intim (beda jenis). Artinya, permasalahan besar sampai kecil dapat diketahui karena adanya sharing (curhat). Tapi ada pula yang sebatas kepentingan, karena hanya memiliki persamaan hobi atau profesi.

Berubahnya status persahabatan di antara pria dan wanita karena adanya perasaan secure (nyaman) yang merupakan komponen kebutuhan afeksi (perasaan). "Perasaan nyaman secara emosional baik karena ada rasa diperhatikan, disayangi dan hal-hal kecil yang tidak diperoleh dari orang lain meluluhkan hati seseorang untuk mengubah pertemanan menjadi kekasih. Selain itu, dari segi logika pun merasa nyambung. Artinya, dapat berkomunikasi dan berdiskusi dengan lancar.

Berubahnya perasaan dari kedua lawan jenis itu bila ditelaah dari segi psikologis merupakan hal yang manusiawi. Sebab, setiap orang dapat tertarik dengan lawan jenisnya berdasarkan kebutuhan afeksi dan logisnya. "Sebenarnya kunci dari segala sesuatu itu ada di pikiran kita (mind map). Hanya 12 persen kapasitas otak yang digunakan sedangkan 88 persennya yang tidak digunakan berada dalam alam bawah sadar. Dan seringkali yang menentukan hubungan itu adalah alam bawah sadar kita.

Lantas timbul pertanyaan, bagaimana kita meningkatkan alam bawah sadar? Jawabnya mudah yaitu dengan menanamkan untuk mencari pasangan yang satu minat, satu hobi, satu profesi atau satu bidang pekerjaan. "Sebenarnya yang membuat seseorang memiliki hubungan bukan sekadar persahabatan adalah karena dorongan kebutuhan afeksinya lebih dominan dibandingkan logika," bebernya.

Nah, sebelum Anda salah memilih seorang kekasih atau sahabat, maka pikirkan matang-matang apakah kebutuhan afeksi dan logika yang lebih dominan. Karena banyak kasus yang membuktikan bahwa seorang sahabat bisa jauh lebih baik untuk tetap menjadi sahabat daripada kekasih.

Perubahan menjadi kekasih justru akan merusak banyak hal, entah karena perubahan sikap atau karena pengaruh orang-orang sekitar. Kadang persahabatan tanpa romantika terasa jauh lebih indah, bermutu, dan lebih langgeng. Jadi, jangan takut, kita bisa kok hanya bersahabat dengan teman pria atau wanita tanpa harus berujung menjadi sepasang kekasih

To Be or Not To Be Kutu Loncat

1. Menjadi kutu loncat atau tidak itu pilihan. Karena keduanya bisa mengantar ke jenjang lebih tinggi asal dijalani dengan benar.

2. Kalau ingin tahu Anda berbakat jadi kutu loncat atau tidak, gampang! Tanyakan pada diri sendiri: siapkah saya mengulangi semua proses masuk kerja dari awal? Kalau membuat Anda keringat dingin, lupakan. Tapi kalau jadi bersemangat, silakan dilanjutkan.

3. Keuntungan jadi kutu loncat adalah gaji dan pangkat bisa cepat naik dalam waktu singkat.

4. Bila memilih diam di tempat, usahakan mencari tantangan baru agar bakat dan kemampuan Anda terasah. Cari kesempatan untuk belajar hal baru dan menerapkannya. Ini bisa menaikkan pendapatan dan jabatan pula.

5. Jangan juga terlalu sering meloncat. Artinya, usahakan menetap di satu perusahaan dalam waktu yang cukup (minimal 1,5 tahun) sebelum pindah lagi. kalau terus-terusan pindah bahkan tak pernah setahun diam di satu perusahaan, Anda bisa dianggap tak bisa kerja atau tak tahan konflik.

6. Jadilah kutu loncat yang penuh perhitungan. Jangan biarkan emosi menutup mata dalam membuat keputusan pindah.

7. Kapan saat yang tepat untuk lompat?
  • Ketika ada tawaran yang sangat bagus dari sisi jabatan, tantangan kerja dan gaji.
  • Ketika ada kesempatan belajar lebih (sudah belajar, dibayar pula).
  • Ketiga gairah bekerja di tempat lama sudah padam.
8. Bila Anda bekerja dengan baik, tawaran untuk melompat bisa datang setiap saat. Head hunter, kompetitor dan bahkan perusahaan dari bidang lain akan merubung. Ketika saat itu tiba, buatlah keputusan yang bijak.

9. Pilih bidang yang sama atau beda? Kalau satu bidang, jenjang karir bisa lebih jelas. Kalau berbeda, Anda akan belajar hal baru terus, bisa jadi berada di level yang sama terus. Mana yang lebih menantang buat Anda?