Potret Keluarga Bahagia

Pertengkaran biasa terjadi dalam sebuah keluarga. Pertengkaran antara suami dan istri, pertengkaran antar saudara. Namun bagaimana jika pertengkaran-pertengkaran itu sudah melampaui batas kesabaran Anda? Atau bahkan Anda merasa ragu apakah keluarga Anda merupakan keluarga yang bahagia? Jangan putus asa, coba terapkan beberapa tip berikut:

1. Bahagiakan satu sama lain.
Inti dari sebuah keluarga yang bahagia adalah saling mendukung satu sama lain. Dan dukungan itu bisa datang dari bagaimana anggota keluarga memperlakukan satu sama lain.

2. Tukar-menukar cerita
Ketika anak-anak Anda pulang, tanyakan pada mereka apa yang terjadi di sekolah dan apa yang menjadi cerita bagi mereka. Jika Anda pulang ke rumah, kemudian mengecewakan mereka karena Anda tidak benar-benar tertarik dengan mereka, maka lima menit kemudian tv akan menyala. Jika demikian, bagaimana mereka akan senang bertemu dengan Anda? Anda harus meninggalkan semua yang sedang Anda lakukan dan Anda harus selalu pulang dengan sesuatu yang bisa dibagikan dengan anak-anak.

3. Makan bersama
Keluarga yang memiliki kebiasaan makan bersama, akan bisa bertahan bersama. Makan malam keluarga adalah penting!

4. Bermain bersama
Luangkan sedikit waktu di malam hari untuk melakukan satu atau dua permainan yang bisa menyatukan keluarga bersama. Misalnya, bermain monopoli, kartu remi, UNO, atau bahkan ular tangga, atau hanya sekadar bermain teka-teki. Cerita sebelum tidur untuk anak-anak juga bisa menjadi perekat hubungan dalam keluarga.

5. Tempatkan keluarga sebelum teman-teman
Dalam keluarga yang bahagia, kepentingan keluarga didahulukan daripada teman-teman. Teman-teman memang penting, tapi harus lebih penting keluarga.

6. Batasi kegiatan anak setelah sekolah
Sekarang ini, jadwal anak-anak semakin banyak. Dalam seminggu anak-anak bisa memiliki enam sampai tujuh kegiatan setelah sekolah. Ibu hanya bertindak seperti sopir dan anak-anak tidak pernah ada di rumah pada waktu yang bersamaan. Solusinya, ajak anak-anak Anda berkegiatan seperti bersepeda atau berenang bersama keluarga sebagai ganti kegiatan anak sepulang sekolah.

7. Buat dan hargailah ritual
Waktu-waktu dan acara-acara ritual bisa menjadi kesempatan untuk keluarga berkumpul. Pada saat Lebaran, Natal, 17 Agustusan, atau acara-acara nasional atau keagamaan lainnya, adalah waktu di mana keluarga bisa berkumpul.
8. Jaga nada suara Anda tetap rendah
Ingat bahwa anak-anak akan tumbuh pesat di lingkungan yang stabil. Suasana di rumah harus tenang. Bicaralah dengan anak Anda, berikan mereka peraturan yang jelas, dan hukum anak-anak jika diperlukan, tetapi jangan kehilangan kontrol dan berteriak. Jika Anda berteriak pada anak-anak, itu menunjukkan Anda berada di luar kendali dan Anda akan menciptakan suasana yang tidak nyaman.

9. Jangan pernah bertengkar di depan anak-anak
Jika pertengkaran atau percekcokan tidak dapat dihindari, cobalah untuk menjauhkan itu dari anak-anak. Jika anak Anda melihat Anda berkelahi dan bertengkar, minta maaflah dan jelaskan ketidaksepahaman yang terjadi antara ayah dan ibu.

10. Jangan bekerja terlalu banyak
Bekerja terus tanpa ada waktu untuk bermain merupakan hal yang buruk bagi sebuah keluarga yang akan membuat keakraban keluarga pudar. Jika Anda sering pergi dan tidak memprioritaskan anak-anak, maka mereka akan merasa tidak nyaman. Mereka akan mulai berpikir bahwa mereka tidak cukup berharga.

11. Mendorong hubungan yang harmonis antar-saudara kandung
Persaingan antar-saudara kandung dapat memecah-belah keluarga. Cobalah berbicara pada anak-anak mengenai betapa beruntungnya mereka karena memiliki saudara kandung.

12. Lelucon pribadi
Tak ada salahnya melontarkan lelucon atau julukan-julukan tertentu bagi anggota keluarga, sejauh itu tidak membuat mereka tersinggung. Lelucon dan julukan memberi simbol bahwa kalian adalah satu kelompok yang erat dan saling memiliki.

13. Fleksibel
Anda harus terbuka dan siap untuk perubahan dalam anggota keluarga. Apakah itu mengenai status, usia, atau bahkan peristiwa yang tidak mengenakkan. Ini memang lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, tapi secara alami, keluarga pasti berubah.

14. Komunikasi
Komunikasi sangat penting dalam sebuah hubungan, apalagi hubungan keluarga. Keluarga yang bahagia adalah keluarga yang bisa berkomunikasi dengan baik antar-anggota keluarga. Semua anggota keluarga harus bisa berkomunikasi secara terbuka.

1 komentar:

infogue said...

Artikel di blog ini menarik & bagus. Untuk lebih mempopulerkan artikel (berita/video/ foto) ini, Anda bisa mempromosikan di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di tanah air. Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://keluarga.infogue.com
http://keluarga.infogue.com/potret_keluarga_bahagia

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best Buy Printable Coupons